
Sidoarjo, 9 Februari 2026 – SMK Negeri 1 Buduran kembali mendapat kehormatan dengan kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. pada Senin, 9 Februari 2026. Kunjungan tersebut tidak hanya dilaksanakan di unit Teaching Factory (Tefa) Satukopi Coffee and Eatery, tetapi juga Pawon1, Edobakery, Edosalon, dan Edotel yang menjadi pusat pembelajaran berbasis industri di lingkungan sekolah.
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah meninjau langsung proses pembelajaran, praktik pelayanan, hingga manajemen usaha yang dijalankan siswa di Tefa Satukopi dan Tefa lainnya pula . Ia menyampaikan apresiasi atas implementasi sistem pembelajaran yang dinilai berhasil mengintegrasikan sekolah dengan kebutuhan riil dunia industri.
Menurutnya, pola pembelajaran yang diterapkan SMKN 1 Buduran dapat menjadi contoh bagi SMK lain di Jawa Timur. Ia berharap model serupa mampu direplikasi sehingga lulusan vokasi semakin siap kerja dan memiliki daya saing tinggi.
“Pembelajaran di sekolah harus sama dengan di lapangan, di SMKN 1 Buduran 1 minggu di kelas, satu minggu di Tefa. Ini membuat mereka percaya diri nantinya ketika menghadapi dunia nyata,” ujar Khofifah.
Keberhasilan sistem tersebut turut tercermin dari tingginya serapan lulusan. SMKN 1 Buduran mencatat sekitar 97% siswa telah diinden untuk direkrut oleh dunia industri bahkan sebelum kelulusan. Capaian ini menunjukkan kuatnya sinergi sekolah dengan mitra usaha dan industri yang selama ini dibangun.
Melalui skema Teaching Factory, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi dan layanan layaknya di tempat kerja sesungguhnya. Hal ini menjadikan lulusan SMKN 1 Buduran dinilai siap terjun dan bekerja di berbagai sektor industri sesuai bidang keahliannya.
Kunjungan Gubernur Jawa Timur ini diharapkan semakin memperkuat motivasi sekolah untuk terus berinovasi dalam pembelajaran vokasi, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang profesional, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.
